Mp3 pertama yg saya dapatkan melalui youtube, and softwares such as youtube downloader and flv to mp3 converter adalah Butterflies by Michael Jackson. Lagu yang.. ampun dah. Dari pertama denger (10 tahun yang lalu, lho!) sampe sekrg, lagu ini tetap take my breath away saking bagusnya. Waktu akhirnya dapet mp3nya saya sampai loncat-loncat bergembira.
Thanks to youtube dan software2 pendukungnya, secara umum saya bisa mendapatkan mp3 apapun yang saya inginkan di saat saya menginginkannya di mana pun saya menginginkannya.
Dengan beberapa perkecualian.
Enggak tahu kenapa, ada beberapa lagu yang nggak ada di mana-mana. Dari dulu saya cari nggak nemu, bahkan di youtube juga nggak ada. Dahsyat banget.
Jadi, d sebelah kanan itu ada daftar mp3 yg lg ta'cari. Kalo ada yg punya kabari ya. Ta'pinjeme...
Anda mau lagu apa juga bilang saja, ntar kalo punya saya kasih. ;)
apakah kata 'melotot' berasal dari 'otot'?
Seorang teman tiba-tiba berkata: "Aku paling nggak tahan sama orang yang matre, manja dan nggosipan."
'Aku matre manja dan nggosipan lho, kenapa masih mau berteman denganku?' saya menggodanya.
"Kalo manja menurutku enggak." Lalu dia melanjutkan dengan menyebutkan bukti-bukti otentik (menurutnya) bahwa saya tidak manja. Setelah itu kami pun ngobrol ttg hal-hal lain.
Beberapa saat kemudian saya melotot karena menyadari sesuatu. Mengapa yang disangkal cuma bagian manja-nya? Berarti dia menyetujui sisanya doong? O_O"
'Aku matre manja dan nggosipan lho, kenapa masih mau berteman denganku?' saya menggodanya.
"Kalo manja menurutku enggak." Lalu dia melanjutkan dengan menyebutkan bukti-bukti otentik (menurutnya) bahwa saya tidak manja. Setelah itu kami pun ngobrol ttg hal-hal lain.
Beberapa saat kemudian saya melotot karena menyadari sesuatu. Mengapa yang disangkal cuma bagian manja-nya? Berarti dia menyetujui sisanya doong? O_O"
ikan mentah for the first time
Jadi, saya dan sekelompok teman makan di Bentoya. Dua orang di antara mereka memesan sushi. Rainbow sushi something dan embuh sushi something. Dan entah terbawa suasana atau apa, akhirnya setelah sushi dihidangkan saya makan ikan dan telurnya dalam keadaan mentah.
Saat digigit, telur ikannya meletus menjadi cairan asin. Telur ikan bercangkang lunak ya Sodara-Sodara, nggak kayak telur unggas. Mengenai ikannya, lidah saya tidak mendeteksi adanya rasa tertentu, hanya kenyal seperti agar-agar yang dilumuri minyak.
Telur ikannya lucu lho, kecil2 warna oranye gitu.. Daging ikannya berwarna peach.
Dan enggak, mereka tidak diam-diam memasukkan alkohol dalam minuman saya. Nggak ada menu alkohol di sana selain bir, which nobody ordered. Kami sempat guyonan tentang tidak disediakannya sake di sini, padahal restorannya sangat Jepang sekali. Adanya malah shake. Shake strawberry, coklat, vanila...
Waktu itu saya ngakak gak brenti2, tapi kalo dipikir-pikir sekarang seharusnya tidak selucu itu. Jangan-jangan mereka memang diam-diam memasukkan alkohol ke dalam minuman saya. -.-
Saat digigit, telur ikannya meletus menjadi cairan asin. Telur ikan bercangkang lunak ya Sodara-Sodara, nggak kayak telur unggas. Mengenai ikannya, lidah saya tidak mendeteksi adanya rasa tertentu, hanya kenyal seperti agar-agar yang dilumuri minyak.
Telur ikannya lucu lho, kecil2 warna oranye gitu.. Daging ikannya berwarna peach.
Dan enggak, mereka tidak diam-diam memasukkan alkohol dalam minuman saya. Nggak ada menu alkohol di sana selain bir, which nobody ordered. Kami sempat guyonan tentang tidak disediakannya sake di sini, padahal restorannya sangat Jepang sekali. Adanya malah shake. Shake strawberry, coklat, vanila...
Waktu itu saya ngakak gak brenti2, tapi kalo dipikir-pikir sekarang seharusnya tidak selucu itu. Jangan-jangan mereka memang diam-diam memasukkan alkohol ke dalam minuman saya. -.-
astaga, lipstik!
Aku sedang berusaha agar tidak jadi orang yang menyebalkan. Beberapa bulan belakangan ini aku terus-terusan menjumpai org2 semacam itu. Parahnya mereka sering tidak menyadari bahwa sikap mereka membuatku sebal. Membuatku instropeksi diri: jangan2 tanpa sadar aku juga sering membuat org lain sebal?
Omong-omong, aku membaca sesuatu yg menarik saat sedang browsing Eclipse di Polyvore. Ada item bernama Luna Twilight 'Just Bitten' Staining Balm.
Heh? Apa?
Bagian Luna Twilight itu merk, trus Just Bitten itu salah satu serinya pasti.. Aku sedang mengira2 produk apakah staining balm itu saat menyadarinya. Lipstik! Staining balm itu lipstik!
Ye.. Kenapa pake kata-kata yg mbulet. Ntar pensil alis dibilang chalk of darkness, bedak dibilang pure dust, parfum dibilang heavenly respiration... -.-a
Omong-omong, aku membaca sesuatu yg menarik saat sedang browsing Eclipse di Polyvore. Ada item bernama Luna Twilight 'Just Bitten' Staining Balm.
Heh? Apa?
Bagian Luna Twilight itu merk, trus Just Bitten itu salah satu serinya pasti.. Aku sedang mengira2 produk apakah staining balm itu saat menyadarinya. Lipstik! Staining balm itu lipstik!
Ye.. Kenapa pake kata-kata yg mbulet. Ntar pensil alis dibilang chalk of darkness, bedak dibilang pure dust, parfum dibilang heavenly respiration... -.-a
5 cm -- part two
Masih di hari yang sama, saya mbaca buku ini. Pertama mbaca prologe ta'pikir ini another hasil karya org dg ego terlalu besar. Penulis yg sedikit2 mengomentari kalimatnya sendiri, kecuali itu buku memang tentang dia, kesannya pengen eksis banget. Tapi ternyata di halaman-halaman berikutnya sy dibuat ngikik, menebak-nebak, benar, menebak-nebak, salah, trenyuh, ngeri, terharu, dan melompat2 sendiri... Wes, saya jadi suka deh. Lagipula setelah prolog penulis diam dan membiarkan saya menikmati karyanya dengan tenang.
Dan entah karena pengaruh cuaca atau apa, ada kalimat2 yg sepertinya berusaha mengajak saya bercakap-cakap.
p 9: "Tapi, kalo udah kenal deket sama dia... mmhh pasti pada mau teriak 'Tolong dong jangan bawa gue ke dunia lo yang suram itu...'"
saya: "..."
p 349: "Yg berani nyela Indonesia, ribut sama gue!"
saya: "Setuju!"
p 209: "'Saya dari Surabaya,' jawabnya lalu menyebutkan salah satu kampus teknologi terkenal d Surabaya."
saya: "STTS? STTS? Pasti STTS kan?"
p 178: "Angin subuh dg berbagai cara ingin menceritakan sesuatu kpdnya... Bau udara yg sgt lain memasuki penciumannya, bau tanah pagi yg khas, hati Zafran jadi takjub sendiri."
saya: "Angin siang dg berbagai cara ingin menceritakan sesuatu kpdnya... Bau udara yg sgt lain memasuki penciumannya, bau tanah basah yg khas, hati Thelma jadi takjub sendiri."
p 103: "Zafran tertunduk, melihat kulit jeruk yg terserak di lantai kereta, diinjaknya hingga mengeluarkan percik air. Hati Zafran terlempar di antara himpitan kulit jeruk dan sandalnya, hati Zafran diinjak2 sendiri olehnya."
saya: "Thelma tertunduk, melihat keramik Harv.. eh, keramik suatu tempat, diinjaknya hingga mengeluarkan bunyi berdecit. Hati Thelma terlempar di antara himpitan lantai keramik dan sepatunya, hati Thelma diinjak2 sendiri olehnya."
(senostalgia-nostalgianya saya, saya masih sempat menutup mulut tepat pada waktunya)
Kenapa saya merasa begitu terwakili di buku ini? Mungkin karena ada tokoh dengan kelakuan yang mirip dengan saya..
p 35: "Gue seneng banget ngeliat kaki gue..."
p 56: Dg logat British yg dikental2in, "A great song for you all... from my favorite..."
p 56 (lagi): Semua menikmati I Will dr The Beatles yg dinyanyikan oleh Zafran penuh penghayatan dg suara yg agak keras. Maksudnya jelas, spy Arinda dengar... yg akan menimbulkan pikiran pd Arinda: "Gile suara Zafran bagus banget, Zafran keren deh."
Sungguh, sy malu sendiri membacanya! XD
Terus, di p 10 diceritakan bhw seorg tokoh ntn film Dead Poet Society. Kesimpulannya setelah ntn bener2 keren:
bunuh diri adl akhir dr semua puisi...
Bikin saya dijauhi orang gak ya kalo naruh kata2 itu di fb? ;)
... Iya, Anda tidak salah, di suatu tempat memang ada posting yang mirip sekali dengan post kali ini.
Dan entah karena pengaruh cuaca atau apa, ada kalimat2 yg sepertinya berusaha mengajak saya bercakap-cakap.
p 9: "Tapi, kalo udah kenal deket sama dia... mmhh pasti pada mau teriak 'Tolong dong jangan bawa gue ke dunia lo yang suram itu...'"
saya: "..."
p 349: "Yg berani nyela Indonesia, ribut sama gue!"
saya: "Setuju!"
p 209: "'Saya dari Surabaya,' jawabnya lalu menyebutkan salah satu kampus teknologi terkenal d Surabaya."
saya: "STTS? STTS? Pasti STTS kan?"
p 178: "Angin subuh dg berbagai cara ingin menceritakan sesuatu kpdnya... Bau udara yg sgt lain memasuki penciumannya, bau tanah pagi yg khas, hati Zafran jadi takjub sendiri."
saya: "Angin siang dg berbagai cara ingin menceritakan sesuatu kpdnya... Bau udara yg sgt lain memasuki penciumannya, bau tanah basah yg khas, hati Thelma jadi takjub sendiri."
p 103: "Zafran tertunduk, melihat kulit jeruk yg terserak di lantai kereta, diinjaknya hingga mengeluarkan percik air. Hati Zafran terlempar di antara himpitan kulit jeruk dan sandalnya, hati Zafran diinjak2 sendiri olehnya."
saya: "Thelma tertunduk, melihat keramik Harv.. eh, keramik suatu tempat, diinjaknya hingga mengeluarkan bunyi berdecit. Hati Thelma terlempar di antara himpitan lantai keramik dan sepatunya, hati Thelma diinjak2 sendiri olehnya."
(senostalgia-nostalgianya saya, saya masih sempat menutup mulut tepat pada waktunya)
Kenapa saya merasa begitu terwakili di buku ini? Mungkin karena ada tokoh dengan kelakuan yang mirip dengan saya..
p 35: "Gue seneng banget ngeliat kaki gue..."
p 56: Dg logat British yg dikental2in, "A great song for you all... from my favorite..."
p 56 (lagi): Semua menikmati I Will dr The Beatles yg dinyanyikan oleh Zafran penuh penghayatan dg suara yg agak keras. Maksudnya jelas, spy Arinda dengar... yg akan menimbulkan pikiran pd Arinda: "Gile suara Zafran bagus banget, Zafran keren deh."
Sungguh, sy malu sendiri membacanya! XD
Terus, di p 10 diceritakan bhw seorg tokoh ntn film Dead Poet Society. Kesimpulannya setelah ntn bener2 keren:
bunuh diri adl akhir dr semua puisi...
Bikin saya dijauhi orang gak ya kalo naruh kata2 itu di fb? ;)
... Iya, Anda tidak salah, di suatu tempat memang ada posting yang mirip sekali dengan post kali ini.
5 cm
5 cm adl buku yg sy lihat di toko buku bertahun2 yg lalu, dan akhirnya muncul di rak pajang sebuah persewaan buku di Surabaya. Bahagiya deh.
Seperti banyak buku2 lain, 5 cm membingungkan sy dengan tulisan 'Best Seller' tercetak secara mencolok di sampulnya. Belum tahu kan terjual berapa, kok udah mengklaim best seller..
Tidak seperti buku2 lain, 5 cm membingungkan sy dg panggilan 'Bang' oleh Arinda kepada teman sekelas Arial. Arial dan Arinda seumur tu... Kan sodara kembar?
Sy juga bengong membaca kalimat pada p 174: ", terima kasih Gusti Pangeran." Gusti Pangeran bukannya panggilan orang Jawa buat Tuhan Yesus?
Terus.. sy akui penulisnya pinter milih judul. Apanya yg 5 cm? Setelah mbaca beberapa saat sy nemu frasa serupa, 3 menit.
5 cm, 3 menit.. Kayak iklan pelangsingan tubuh nggak sih? Dalam 3 menit, lingkar pinggang Anda akan berkurang 5 cm... :D
Seperti banyak buku2 lain, 5 cm membingungkan sy dengan tulisan 'Best Seller' tercetak secara mencolok di sampulnya. Belum tahu kan terjual berapa, kok udah mengklaim best seller..
Tidak seperti buku2 lain, 5 cm membingungkan sy dg panggilan 'Bang' oleh Arinda kepada teman sekelas Arial. Arial dan Arinda seumur tu... Kan sodara kembar?
Sy juga bengong membaca kalimat pada p 174: "
Terus.. sy akui penulisnya pinter milih judul. Apanya yg 5 cm? Setelah mbaca beberapa saat sy nemu frasa serupa, 3 menit.
5 cm, 3 menit.. Kayak iklan pelangsingan tubuh nggak sih? Dalam 3 menit, lingkar pinggang Anda akan berkurang 5 cm... :D
meneriakkan jia you tiga kali
Things may not work the way you want them to, but never stop believing! Jia you! Jia you! Jia you!
nine
Satu, si penata kostum.
Dua, sang istri.
Tiga, simpanannya.
Empat, wartawati.
Lima, aktris.
Enam, almarhumah mama.
Tujuh, gadis pinggir pantai.
Delapan, dia sendiri.
Ada yg nemu sembilan?
200
Aku ingin mencabut hati dari dalam rongga dadaku, sebab ia dengan keras kepala terus mencintaimu.
-- me --
Jadi ceritanya seorang teman yang dulu di kampus terkenal pintar merencanakan untuk berlangganan 200 ramalan bintang. Ia ingin melihat apakah isi ramalannya sama untuk masing-masing bintang.
Bukannya memikirkan hal-hal yang tidak perlu will hinder us from doing the important ones ya? o.O
-- me --
Jadi ceritanya seorang teman yang dulu di kampus terkenal pintar merencanakan untuk berlangganan 200 ramalan bintang. Ia ingin melihat apakah isi ramalannya sama untuk masing-masing bintang.
Bukannya memikirkan hal-hal yang tidak perlu will hinder us from doing the important ones ya? o.O
andromeda
Beberapa bulan yg lalu aku bermimpi. Mimpi yang sangat berkesan, sampai teringat berhari-hari setelahnya. Bagian awalnya terlalu pribadi untuk diceritakan, tetapi di bagian akhir, seorang pemulung memberiku papan tulis hitam. Di atasnya, dengan kapur warna-warni, tertulis puisi peninggalan neneknya.
Hmm, mestine kalo peninggalan nenek yang berharga, ndak dikasih-kasihke segampang itu dong, ke orang. Apa aku salah ingat ya? Apa pemulung itu hanya berniat menunjukkannya kepadaku?
Anyway, puisinya lupa lengkapnya, yg jelas baris akhirnya berbunyi begini:
"Life is full of possibilities, just like love is."
Maksutnya life is full of possibilities dan love juga full of possibilities, gitu. Bukan love salah satu possibility-ne life. :D Seingatku itu adalah puisi yang menyemangati kita untuk berani menjalani hidup.
Btw, mimpiku sangar ya. Kok bisa ada puisinya segala.. ;) Pertanyaannya sekarang, itu puisi dari mana? Apakah aku pernah baca di suatu tempat lalu saat terbawa mimpi copyrightnya dialihkan kepada nenek pemulung?
Hmm, mestine kalo peninggalan nenek yang berharga, ndak dikasih-kasihke segampang itu dong, ke orang. Apa aku salah ingat ya? Apa pemulung itu hanya berniat menunjukkannya kepadaku?
Anyway, puisinya lupa lengkapnya, yg jelas baris akhirnya berbunyi begini:
"Life is full of possibilities, just like love is."
Maksutnya life is full of possibilities dan love juga full of possibilities, gitu. Bukan love salah satu possibility-ne life. :D Seingatku itu adalah puisi yang menyemangati kita untuk berani menjalani hidup.
Btw, mimpiku sangar ya. Kok bisa ada puisinya segala.. ;) Pertanyaannya sekarang, itu puisi dari mana? Apakah aku pernah baca di suatu tempat lalu saat terbawa mimpi copyrightnya dialihkan kepada nenek pemulung?
bu yao ding
The unjust ones are black holes, the one that sucked so much matter into themselves that their gravity can't even let light out.
-- The Truth --
Kmrn aku ke TP, pas ada lomba presenter TV yg diadakan oleh TV One. Lah, di sela-sela lomba ada dance performance. Lima co muda menari sekitar 6 menit. Tariannya campur, ada step, ada break, ada seng gemulai-gemulai mbuh apa namane, semuanya dalam satu show.
Yg bikin aku ketawa tertahan adalah saat melihat mereka menunggu giliran di pinggir panggung. Saat kelihatannya tiba giliran mereka, mendadak pembawa acara ngoceh lagi. Presenter Natalie TV One terus saja disorot juru kamera yg tdk melihat perubahan wajah co2 ini. Dari awalnya senyam-senyum nervous, lalu senyam-senyum sabar, hingga senyam-senyum gelisah. Ada yg menghentakkan kaki seolah tak sabar, ada yg lompat2 (loncat2?) di tempat.
Performa mereka? Lumayan. Masing-masing anggota ber-skill tinggi, terlihat dari gerakan2 breakdance yg kelihatan sulit banget. Sayang timing utk tari bersama-nya kurang kompak. Ada yg mengangkat tangan telat, ada yg lompatnya kecepetan, dsb.
Ada salah satu co yang rupanya menjadi maskot grup ini. Dia berlari menuju temannya yang sedang berpose 'aku anak sehat tubuhku kuat' a la Popeye Si Pelaut, lalu dengan kedua tangan bertumpu pada lengan kanan Popeye dia membentuk huruf L di udara.
Iya, dia seperti tengkurap dengan kaki diangkat tinggi-tinggi gitu, bener-bener magic. Dan kuperhatikan, emang dia memiliki postur tubuh yang mendukung perbuatannya itu. Selain paling mungil (mau bilang p*ndek kok rasanya kasar) di antara teman-temannya, tulang-tulang juga bertonjolan di dada co ini. Ringan banget pasti, kalau tidak si Popeye tentu keberatan tangannya dijadikan tumpuan seperti itu.
Harus sekurus itu ya, untuk menari lagi?
...
Jia you! Jia you! Jia you!!!
-- The Truth --
Kmrn aku ke TP, pas ada lomba presenter TV yg diadakan oleh TV One. Lah, di sela-sela lomba ada dance performance. Lima co muda menari sekitar 6 menit. Tariannya campur, ada step, ada break, ada seng gemulai-gemulai mbuh apa namane, semuanya dalam satu show.
Yg bikin aku ketawa tertahan adalah saat melihat mereka menunggu giliran di pinggir panggung. Saat kelihatannya tiba giliran mereka, mendadak pembawa acara ngoceh lagi. Presenter Natalie TV One terus saja disorot juru kamera yg tdk melihat perubahan wajah co2 ini. Dari awalnya senyam-senyum nervous, lalu senyam-senyum sabar, hingga senyam-senyum gelisah. Ada yg menghentakkan kaki seolah tak sabar, ada yg lompat2 (loncat2?) di tempat.
Performa mereka? Lumayan. Masing-masing anggota ber-skill tinggi, terlihat dari gerakan2 breakdance yg kelihatan sulit banget. Sayang timing utk tari bersama-nya kurang kompak. Ada yg mengangkat tangan telat, ada yg lompatnya kecepetan, dsb.
Ada salah satu co yang rupanya menjadi maskot grup ini. Dia berlari menuju temannya yang sedang berpose 'aku anak sehat tubuhku kuat' a la Popeye Si Pelaut, lalu dengan kedua tangan bertumpu pada lengan kanan Popeye dia membentuk huruf L di udara.
Iya, dia seperti tengkurap dengan kaki diangkat tinggi-tinggi gitu, bener-bener magic. Dan kuperhatikan, emang dia memiliki postur tubuh yang mendukung perbuatannya itu. Selain paling mungil (mau bilang p*ndek kok rasanya kasar) di antara teman-temannya, tulang-tulang juga bertonjolan di dada co ini. Ringan banget pasti, kalau tidak si Popeye tentu keberatan tangannya dijadikan tumpuan seperti itu.
Harus sekurus itu ya, untuk menari lagi?
...
Jia you! Jia you! Jia you!!!
hidungnya memang bagus, sih...
Aku tidak takut pada konflik, tapi ini keterlaluan. Hampir setiap kali kami ngobrol, kesalahpahaman terjadi.
Sekarang apa gunanya wajah tampan dan postur gagah dalam menambah kelihaian berkomunikasi, coba?
Sekarang apa gunanya wajah tampan dan postur gagah dalam menambah kelihaian berkomunikasi, coba?
pengamen dan aliran-aliran
Beberapa kali sy melihatnya waktu masih kuliah. Orangnya tinggi, kurus, berkulit gelap. Memakai baju wanita dan mengamen sambil bergoyang-goyang. Lagu yang dinyanyikannya tidak jelas. Di telinga sy hanya terdengar beberapa kata. Kata-kata awalnya: "Di mana-mana..."
Kata-kata penutup lagunya pernah membuat seorg teman murka dan ingin menampar pria ini. "Tuhan Yesus mati," katanya.
Waktu itu sy berusaha menenangkan sang teman. Memang Tuhan Yesus mati, kan. Cuma bangkitNya nggak dinyanyikan oleh pengamen tsb. Banyak aliran yg berusaha meyakinkan kami bahwa Dia tdk mati sungguhan. Dan aliran2 itu not to be trusted.
Sy berpikir, paling nggak pengamen ini menyebut Yesus Tuhan.
Kata-kata penutup lagunya pernah membuat seorg teman murka dan ingin menampar pria ini. "Tuhan Yesus mati," katanya.
Waktu itu sy berusaha menenangkan sang teman. Memang Tuhan Yesus mati, kan. Cuma bangkitNya nggak dinyanyikan oleh pengamen tsb. Banyak aliran yg berusaha meyakinkan kami bahwa Dia tdk mati sungguhan. Dan aliran2 itu not to be trusted.
Sy berpikir, paling nggak pengamen ini menyebut Yesus Tuhan.
white haired bride
What are You, God? What's Your heart made of?
-- me --
... mata kita begitu penuh air mata dan perspektif kita begitu terbatas, sehingga Allah mungkin orang yang berjalan di samping kita, tetapi kita tidak menyadarinya.
-- God Came Near p78, ttg dua murid yg berjalan ke Emaus --
Tau film White Haired Bride? Yg tentang sepasang kekasih, di mana yg co berhenti menjumpai kekasihnya, kemudian rambut kekasihnya itu menjadi putih dalam satu malam...
Katanya sih, karena terlalu sedih. Sy punya bbrp teori lain:
- Untuk menghibur Bride, teman2nya mengajak pesta gila-gilaan. Bride mengecat putih rambutnya karena kalah taruhan minum.
- Untuk menghibur diri, Bride ke salon utk make over. Dia milih warna pirang pucat. Karena kesalahan petugas salon, warnanya jadi terlalu pucat.
- Dia beralih ke extreme fashion supaya org2 berhenti membicarakan ttg kisah cintanya yg tragis dan mulai membicarakan ttg selera fashionnya. Malang bagi Bride, para penggosip selalu menemukan cara utk melakukan hobi mereka. Saat Bride memakai wig putih, kisahnya meledak.
Intinya, gak mungkin lah seluruh rambut moro2 berubah jadi putih dalam semalam. Patah hati nggak sesakti itu.
Glossary:
moro2: tiba-tiba.
-- me --
... mata kita begitu penuh air mata dan perspektif kita begitu terbatas, sehingga Allah mungkin orang yang berjalan di samping kita, tetapi kita tidak menyadarinya.
-- God Came Near p78, ttg dua murid yg berjalan ke Emaus --
Tau film White Haired Bride? Yg tentang sepasang kekasih, di mana yg co berhenti menjumpai kekasihnya, kemudian rambut kekasihnya itu menjadi putih dalam satu malam...
Katanya sih, karena terlalu sedih. Sy punya bbrp teori lain:
- Untuk menghibur Bride, teman2nya mengajak pesta gila-gilaan. Bride mengecat putih rambutnya karena kalah taruhan minum.
- Untuk menghibur diri, Bride ke salon utk make over. Dia milih warna pirang pucat. Karena kesalahan petugas salon, warnanya jadi terlalu pucat.
- Dia beralih ke extreme fashion supaya org2 berhenti membicarakan ttg kisah cintanya yg tragis dan mulai membicarakan ttg selera fashionnya. Malang bagi Bride, para penggosip selalu menemukan cara utk melakukan hobi mereka. Saat Bride memakai wig putih, kisahnya meledak.
Intinya, gak mungkin lah seluruh rambut moro2 berubah jadi putih dalam semalam. Patah hati nggak sesakti itu.
Glossary:
moro2: tiba-tiba.
michael jakson
"Kalian berdua di padang lavender, tiba-tiba dia berlutut, dan saat kau menundukkan kepala malu-malu, dia menyematkan cincin di jarimu, cincin yang dibuat dari tangkai lavender..."
-- YM seorg teman --
"Kere."
-- my reply --
Mungkinkah para ilmuwan telah mengambil contoh jaringan dari tubuh Michael Jackson.. Dan 28 tahun lagi kita akan menyaksikan kloningannya menari moonwalk sambil menyanyikan Billie Jean?
Glossary:
kere: pengemis (literally); tapi di sini artinya orang yang super hemat/ super pelit/ mental miskin.
-- YM seorg teman --
"Kere."
-- my reply --
Mungkinkah para ilmuwan telah mengambil contoh jaringan dari tubuh Michael Jackson.. Dan 28 tahun lagi kita akan menyaksikan kloningannya menari moonwalk sambil menyanyikan Billie Jean?
Glossary:
kere: pengemis (literally); tapi di sini artinya orang yang super hemat/ super pelit/ mental miskin.
happy new year 2010!
Saya tidak akan berkeliaran lagi di jalanan Surabaya pada malam tahun baru. Saya tidak akan berkeliaran lagi di Surabaya streets pada malam pergantian tahun baru. Saya tidak akan berkeliaran lagi di jalan-jalan Surabaya pada saat malam tahun baru.
- me, ditulis 100x ala hukuman jaman sd -
Jadi. Ceritanya karena sesuatu hal, sy keluar dr Tunjungan Plaza (Plasa?) jam 9 malam pada tanggal 31 Desember 2009. Sendirian.
Pikir sy, mau naik bemo pulang, tidur. Di perjalanan pulang mungkin membeli nasi goreng atau apalah untuk mengganjal perut. Dan mandi yang bersih sebelum tidur, segaar!
Big mistake. Pertama, TP ditutup pagar berduri kayak pagar anti huru-hara gt. Jangankan mau cari bemo, cari taksi yg biasanya mangkal d sana aja g ada. Bukan itu aja, sy terpaksa keluar lewat pintu samping karena katanya pagar tsb dialiri listrik.
Begitu akhirnya bisa keluar, suasananya sudah ngawur. Rombongan sepeda motor memenuhi jalan raya, knalpot mereka meraung-raung. Trotoar penuh orang, dan sisi kanan-kiri jalan dipergunakan untuk parkir sepeda motor.
Ada sekelompok anak muda memakai atribut <inputkan nama kesebelasan sepak bola di sini>menyetop sebuah mobil. Dua motor di depan, beberapa motor di samping kanan-kiri. Sisi belakangnya g keliatan, tapi mestine juga dipepet. Mobil ini dipaksa minggir, lalu ada anak muda menari-nari di depan mobil hanya mengenakan celana dalam. Beberapa rekannya mengacung-acungkan spanduk, entah apa. Pengendara mobil terlihat mengulurkan sesuatu, kemungkinan uang, lewat kaca jendela. Setelah itu barulah anak muda-anak muda tadi meminggirkan motornya sehingga mobil tersebut bisa lewat.
Sy berjalan cepat menghindari gerombolan anak muda rain dancers itu (iya, turun hujan rintik-rintik) dan kehilangan minat untuk menyetop bemo yang melintas.
Setelah agak jauh dari mereka, ada taksi. Sy panggil2 tu taksi menepi, tapi gak berhenti! Masih jalan pelan-pelan gt. Sesaat sy mengejar taksi tsb. Sy kemudian berhenti karena arahnya mendekati kelompok penari tadi, dan bbrp org di antara mereka mulai memperhatikan sy. Untunglah taksi kedua yg sy panggil mau berhenti.
Saat sampai di tujuan, sy berpikir. Kok sy fine2 aja ya?
Seorg tmn pernah bertanya apakah sy pernah merasa troubled for not having settled down with someone. Waktu itu sy jawab tidak. Tapi pas liat kejadian terperangkapnya mobil tadi itu sy bener2 pucat pasi. All my senses screamed 'Danger, danger!' Lha sy cewek, sendirian. Gek rambut sepinggang yg biasanya sy ikat ekor kuda ke belakang kebetulan waktu itu lagi sy urai, which is tambah ngetoki nek saya cewek. Siapa mau pukul-pukulan mbela sy kalo misalnya sy diganggu? Waktu itu sy benar-benar sungguh-sungguh berharap lagi menggandeng co sekekar Ade Rai, ato kalo perlu sayanya aja yg kayak Ade Rai..
Jadi memahami kegandrungan bbrp teman wanita pada tokoh Edward Cullen di film Twilight. Yg biasanya sy hina-hina. Aaaa! Maap Bang (Dik?) Cullen, ternyata ada gunanya juga kok miara vampir kayak panjenengan, kalo ada org njahati kita bisa langsung dibereskan. >. <
Sampai di tujuan, sy berpikir. Kok sy fine2 aja ya?
Pas mau mandi, sy terkejut saat menyadari warna baju yg sy kenakan. Sy sewarna dengan atribut tim sepakbola yg diusung para rain dancers! Mungkinkah sy dianggep konco dewe oleh mereka? Secara penggemar tim sepakbola tsb terkenal fanatik soro.
Leh, padahal sy g mikir apa2 lho waktu milih baju yg akan dipakai ke TP. :D Bener2 perlindungan sy itu bukan pacar, bukan Ade Rai, bukan Edward Cullen. Tapi Yg-Milihke-Sy-Baju bahkan di saat sy asal nyomot dari lemari tanpa pikir panjang.
Atau Yg-Nyiwerke-Mata-Para-Raindancers sehingga mereka ketok2en sy lagi dikawal Ade Rai. :P Whatever. Pokoke sy ora diganggu blas.
Kok sy fine2 aja ya?
Bahkan sy sempet beli bakmi goreng segala lho di perjalanan pulang. Dan sekarang sudah mandi, segar, kenyang dan sedang mendengarkan suara ledakan kembang api sambil nulis blog. Semua berjalan lancar seperti rencana semula, cuma ketambahan kudu mbayar taksi tok. Sy masih g percaya. Isn't He great in my life?
- me, ditulis 100x ala hukuman jaman sd -
Jadi. Ceritanya karena sesuatu hal, sy keluar dr Tunjungan Plaza (Plasa?) jam 9 malam pada tanggal 31 Desember 2009. Sendirian.
Pikir sy, mau naik bemo pulang, tidur. Di perjalanan pulang mungkin membeli nasi goreng atau apalah untuk mengganjal perut. Dan mandi yang bersih sebelum tidur, segaar!
Big mistake. Pertama, TP ditutup pagar berduri kayak pagar anti huru-hara gt. Jangankan mau cari bemo, cari taksi yg biasanya mangkal d sana aja g ada. Bukan itu aja, sy terpaksa keluar lewat pintu samping karena katanya pagar tsb dialiri listrik.
Begitu akhirnya bisa keluar, suasananya sudah ngawur. Rombongan sepeda motor memenuhi jalan raya, knalpot mereka meraung-raung. Trotoar penuh orang, dan sisi kanan-kiri jalan dipergunakan untuk parkir sepeda motor.
Ada sekelompok anak muda memakai atribut <inputkan nama kesebelasan sepak bola di sini>
Sy berjalan cepat menghindari gerombolan anak muda rain dancers itu (iya, turun hujan rintik-rintik) dan kehilangan minat untuk menyetop bemo yang melintas.
Setelah agak jauh dari mereka, ada taksi. Sy panggil2 tu taksi menepi, tapi gak berhenti! Masih jalan pelan-pelan gt. Sesaat sy mengejar taksi tsb. Sy kemudian berhenti karena arahnya mendekati kelompok penari tadi, dan bbrp org di antara mereka mulai memperhatikan sy. Untunglah taksi kedua yg sy panggil mau berhenti.
Saat sampai di tujuan, sy berpikir. Kok sy fine2 aja ya?
Seorg tmn pernah bertanya apakah sy pernah merasa troubled for not having settled down with someone. Waktu itu sy jawab tidak. Tapi pas liat kejadian terperangkapnya mobil tadi itu sy bener2 pucat pasi. All my senses screamed 'Danger, danger!' Lha sy cewek, sendirian. Gek rambut sepinggang yg biasanya sy ikat ekor kuda ke belakang kebetulan waktu itu lagi sy urai, which is tambah ngetoki nek saya cewek. Siapa mau pukul-pukulan mbela sy kalo misalnya sy diganggu? Waktu itu sy benar-benar sungguh-sungguh berharap lagi menggandeng co sekekar Ade Rai, ato kalo perlu sayanya aja yg kayak Ade Rai..
Jadi memahami kegandrungan bbrp teman wanita pada tokoh Edward Cullen di film Twilight. Yg biasanya sy hina-hina. Aaaa! Maap Bang (Dik?) Cullen, ternyata ada gunanya juga kok miara vampir kayak panjenengan, kalo ada org njahati kita bisa langsung dibereskan. >.
Sampai di tujuan, sy berpikir. Kok sy fine2 aja ya?
Pas mau mandi, sy terkejut saat menyadari warna baju yg sy kenakan. Sy sewarna dengan atribut tim sepakbola yg diusung para rain dancers! Mungkinkah sy dianggep konco dewe oleh mereka? Secara penggemar tim sepakbola tsb terkenal fanatik soro.
Leh, padahal sy g mikir apa2 lho waktu milih baju yg akan dipakai ke TP. :D Bener2 perlindungan sy itu bukan pacar, bukan Ade Rai, bukan Edward Cullen. Tapi Yg-Milihke-Sy-Baju bahkan di saat sy asal nyomot dari lemari tanpa pikir panjang.
Atau Yg-Nyiwerke-Mata-Para-Raindancers sehingga mereka ketok2en sy lagi dikawal Ade Rai. :P Whatever. Pokoke sy ora diganggu blas.
Kok sy fine2 aja ya?
Bahkan sy sempet beli bakmi goreng segala lho di perjalanan pulang. Dan sekarang sudah mandi, segar, kenyang dan sedang mendengarkan suara ledakan kembang api sambil nulis blog. Semua berjalan lancar seperti rencana semula, cuma ketambahan kudu mbayar taksi tok. Sy masih g percaya. Isn't He great in my life?
Langganan:
Postingan (Atom)